Sebagai bagian dari upaya mengisi rohani mereka, ribuan jamaah haji
asal Cina hari Senin kemarin 18 Oktober mulai berangkat ke tanah suci.
Dan pemerintah di Beijing telah berjanji untuk memfasilitasi ibadah haji
bagi kaum muslimin yang ada di Cina.
“Banyak dari mereka berasal dari daerah pedesaan yang terpencil dan
dalam mengalami kekurangan dalam perjalanan ini,” kata Ma Youcheng,
wakil kepala Asosiasi Islam di propinsi Lanzhou, mengatakan kepada
kantor berita Xinhua.
Youcheng akan menemani perjalanan pertama Muslim Cina ke kota suci
Makkah dengan 332 jamaah yang akan lepas landas dari bandara Zhongchuan
di Lanzhou, Ibukota barat laut Gansu.
Ini adalah untuk pertama kalinya penerbangan langsung dari bandara Zhongchuan ke Makkah yang ditawarkan kepada muslim Cina.
Penerbangan lainnya menuju Mekkah lepas landas pada hari Senin di
bandara yang ada di kota Beijing, Urumqi Urumqi, Yinchuan, dan Kunming.
Menjelang keberangkatan mereka ke tanah Saudi, pemerintah Cina juga menawarkan pemeriksaan kesehatan bagi para jamaah haji.
Pelatihan manasik haji juga ditawarkan untuk mendidik muslim Cina
tentang perjalanan rohani mereka dan apa yang diharapkan ketika mereka
tiba tanah suci.
“Banyak dari mereka [jamaah haji], keahlian mereka dalam bahasa Arab terbatas hanya dalam membaca Alquran,” kata Youcheng.
“Mereka kebanyakan tidak bisa berkomunikasi.”
Jamaah haji asal Cina memuji upaya pemerintah untuk memfasilitasi perjalanan haji mereka.
“Saya senang mereka mengatakan kepada saya apa yang harus dikemas dan
apa yang tidak boleh dilakukan di negara-negara asing,” kata He
Jingxiang 61 tahun, seorang etnis Hui yang meninggalkan provinsi tempat
asalnya untuk pertama kalinya.
Selain itu, penerbangan langsung dari kota-kota mereka ke Mekkah,
ditawarkan untuk pertama kalinya, dan hal ini sangat menghemat waktu dan
biaya bagi banyak Muslim Cina
Sebuah perjalanan langsung dari Lanzhou ke kota suci Mekkah bisa
menghemat biasa hingga 5.000 yuan (753 dollar), kata Ma Fenglin, yang
mengantarkan ibunya yang berusia 69 tahun ke bandara Zhongchuan.
“Di masa lalu, para jamaah haji harus pergi ke Beijing untuk
melakukan penerbangan ke kota suci, dan ini menelan biaya yang mahal dan
melelahkan bagi muslimah yang sudah tua seperti ibu saya,” kata
Fenglin.
“Sekarang biaya rata-rata untuk haji turun hingga 40.000 yuan (6.000 dolar),” tambahnya.
Ada sekitar 13.000 Muslim Cina yang akan menunaikan ibadah haji pada tahun ini.
Menurut data resmi, Cina memiliki 20 juta umat Muslim, kebanyakan
mereka terkonsentrasi di Xinjiang, Ningxia, Gansu, dan wilayah propinsi
Qinghai. Komunitas kecil Muslim juga dapat ditemukan di seluruh wilayah
Cina.
Data tidak resmi dari kelompok Muslim Cina mengatakan jumlah mereka
bahkan lebih tinggi, bahkan ada yang menyatakan terdapat sekitar 65-100
juta Muslim di Cina. Sekitar 7,5 persen dari populasi total penduduk
Cina.(onmuslim/eramuslim)
